Minggu, 11 November 2012

SUNGAI CISADANE

YAHOOOOO~~~



Pembukaan blog yang baru ini saya akan bercerita tentang Sungai Cisadane yang membagi kota Tangerang, daerah asal saya~





ini foto Sungai Cisadane....
Hulu Sungai Cisadane ini berada di Gunung Salak-Pangrango yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Tangerang ini termasuk sungai yang cukup besar. Panjang sungai ini mencapai 80 km dan yang nantinya akan bermuara di Laut Jawa. air di sungai ini bewarna coklat. disepanjang aliran sungainya terdapat berbagai jenis tanaman dan pepohonan. menurut informasi yang saya dapatkan pH air di sungai ini berkisaran 6. dan merupakan pH yang optimal serta suhu pada perairan ini cukup hangat. dapat juga di temukan berbagai jenis ikan di perairan ini.
Sudah sejak dahulu Sungai Cisadane ini dimanfaatkan untuk pengairan. Kompeni Belanda sendirilah yang telah membangun sebuah bendungan untuk mengatur debit air di sungai ini.

Gambar Bendungan Pintu Sepuluh
Bendungan Pintu Sepuluh inilah yang di bangun belanda untuk mengatur debit air di Sungai Cisadane. Bendungan ini disebut pintu sepuluh karena memiliki 10 pintu air.

Dulu di Sungai Cisadane sering ditemukan ikan lele, gabus dan sapu-sapu, bahkan buaya pun juga dapat ditemukan. namun semenja kota Tangerang menjadi wilayah perindustrian makan banyak sekali pabrik-pabrik yang dengan sembarang membuang limbah di sungai ini. sehingga komponen abiotik di sungai ini tidak sebanyak dulu jumlah populasinya.

kepedulain masyarakat dan pemerintah akan kelangsungan sungai ini sangat tinggi. kira-kira ketika saya duduk di bangku SMP 5 tahun yang lalu sudah diadakan pembangunan atau upaya-upaya agar sungai ini tetap dijaga kebersihannya. seperti dengan memperindah pinggiran dengan di bangun sebuah jogging track serta ditanamkan berbagai jenis pepohonan dan tanaman. 
selain itu juga dapat dilihat bahwa sepanjang pinggiran sungai ini tidak terdapat perumahan. hal ini dikarenakan karena pemerintahan juga membuat larangan pembangunan rumah di pinggiran sungai. jadi kawasan pinggiran sungai pun terlihat tertata rapi sekali. sehingga terkadang saya dan teman-teman saya lumayan serin untuk duduk bersantai di pinggiran sungai Cisadane ini.  pada malam hari pun pemandangan di pinggiran sungai ini sangat bagus, pada malam hari pun banyak anak muda yang berkumpul di pinggiran sungai ini.



sampai sekarang pun warga-warga sekitar masih memanfaatkan sungai ini untuk mencuci baju, mandi serta sungai ini sangat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi industri, irigasi dan memenuhi kebutuhan air minum diwilayah ini.

jadi menurut pendapat saya kualitas air di sungai Cisadane masih baik, tidak banyak sampah yang dilihat mengapung di atas sungai tersebut, warga dan pemerintahan pun bekerja sama untuk menjaga dan merawat sungai ini.  namun menurut informasi yang saya dapatkan bahwa pencemaran sungai cisadane sangat parah di daerah bogor.



Kandungan bakteri, Ecoli dan T-Kolifoim di aliran air Sungai Cisadane cenderung melampaui ambang batas, hal ini membuat air sungai yang menjadi air baku PDAM ini tidak lagi higienis, kotor dan bau.
 
Tingkat pencemaran Sungai Cisadane tidak terlepas dari peranan tujuh anak sungai yang bermuara ke Sungai Cisadane, yakni Ciapus, Cihideung, Cianteun, Cikaniki, Ciaruteun, Citempuhan, dan Cipinang, buruknya pengolahan sampah dan aliran limbah rumah tangga punya kontribusi besar terhadap pencemaran air. Fasilitas sanitasi yang buruk, terutama di kalangan masyarakat miskin, juga menjadi penyebab.Kandungan biochemical oxygen demand (BOD) Sungai Cisadane mencapai tiga miligram per liter. Padahal, batas normalnya dua miligram per liter. Sedangkan kandungan chemical oxygen demand (COD), mencapai 29 miligram per liter. Sedangkan ambang batasnya adalah 18 miligram per liter.


Sungai ini juga menjadi daya tarik tersendiri di Kota Tangerang, karena setiap tahunnya pada bulan juni selalu di adaan Festival Perahu Naga di Sungai ini.


Memang untuk melestarikan Sungai ini perlu dilakukan merata dari Hulu-Hilir sehingga semuanya terbebas dari pencemaran, daerah-daerah yang dilalui oleh sungai ini pun seharunya sama-sama bekerja sama untuk merawatnya.
 
Sekian informasi dari saya mengenai Sungai Cisadane yang menjadi ikon Kota Tangerang ini

Kita juga harus tetep menjaga kebersihan agar tidak terjadi pencemaran sungai yang parah di wilayah tertentu seperti di Jakara
kalo bukan kita siapa lagi yang akan merawatya~~~~